NUANSA http://www.stkip-al-amin-dompu.ac.id/ojs/index.php/nuansa <div><strong>Nuansa: Jurnal Ilmiah Pendidikam&nbsp;</strong>diterbitkan oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) STKIP Al-Amin Dompu. Terbit bulan <strong>Februari</strong><strong>&nbsp;</strong>dan <strong>September</strong><strong>&nbsp;</strong>setiap tahun.</div> <div><strong>Nuansa &nbsp;</strong>memuat kajian-kajian Ilmiah Pendidikan yang berkaitan dengan inovasi-inovasi pendidikan, dan pemikiran pendidikan dalam bentuk: 1) Hasil penelitian, 2) Gagasan konseptual, 3) Kajian kepustakaan, dan pengalaman praktis.</div> STKIP Al-Amin Dompu en-US NUANSA 2252-4975 Peran Orang Tua Dalam Proses Mengajar dan Mendidik Anak Di Tengah Pandemi Covid 19 Terhadap Siswa http://www.stkip-al-amin-dompu.ac.id/ojs/index.php/nuansa/article/view/75 <p>Peran orang tua sangat penting dalam proses belajar siswa selama sistem daring dan menjadi pengganti guru di rumah dalam membimbing anaknya selama proses pembelajaran. metode dalam tulisan ini menggunakan library research dengan menggunakan pendekatan filosofis. Teknik pengmpulan data yang digunakan dalam artikel adalah dengan teknik dokumentasi yaitu mengumpulan bahan data berupa dari sumber buku-buku yang ada di perpustakaan, artikel-artikel yang berbuhungan dengan tulisan-tulisan terkait dengan penelitian, hasil penelitian didapatkan bahwa pembelajaran yang dilaksanakan dirumah merupakan upaya dalam mempererat jalinan kekeluargaan antara orang tua dan anak. Peran orang tua bertanggungjawab sebagai motivator. Motivasi dapat diberikan dengan cara orang tua berperan sebagai guru di sekolah. Kegiatan belajar anak yang dilaksanakan dirumah disesuaikan dengan kebutuhan anak. Dalam hal ini orang tua menjadi sosok guru yang mampu memotivasi anak di rumah. Orang tua menjadi garda terdepan yang mengawal anak-anaknya tetap belajar dirumah masing-masing. Orang tua memiliki tanggung jawab utama dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anaknya. Banyak orang tua menilai bahwa melalui pembelajaran di rumah dapat mempererat hubungannya dengan anaknya, begitupun anaknya dinilai dapat melakukan pembelajaran di rumah dengan sangat baik, sehingga banyak orang tua yang berfikir kreatif mencoba berbagai cara agar anak tidak merasa jenuh saat belajar di rumah, namun banyak juga yang mengungkapkan bahwa lebih baik anak belajar di sekolah, karena banyak anak yang ngeyel, lebih suka bermain dar pada belajar, banyak anak menganggap bahwa di rumah tempatnya bermain, sehingga terdapat beberapa kasus tugas tidak di selesaikan dengan baik. Sehingga dengan adanya kegiatan pembelajaran di rumah dan peran orang tua yang ternyata memiliki manfaat bagi siswa maupun orang tuanya, Kebijakan pemerintah mengenai pembelajaran daring ini membuat semua sadar akan pentingnya mempelajari teknologi dan menggunakan teknologi secara positif.</p> Wildan nuril ahmad fauzi ##submission.copyrightStatement## 2021-07-11 2021-07-11 10 1 1 6 PENGARUH SIFAT (KEPERIBADIAN GURU) DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA MTs. NEGERI 2 DOMPU DESA RANGGO KECAMATAN PAJO KABUPATEN DOMPU TAHUN PELAJARAN http://www.stkip-al-amin-dompu.ac.id/ojs/index.php/nuansa/article/view/89 <p>Kompetensi keperibadian mengandung pengertian bahwa guru harus memiliki keperibadian yang dapat dijadikan contoh bagi siswa. Interaksi antara guru dan siswa dalam Proses Belajar Mengajar merupakan aktivitas yang penting. Aktifitas ini menjadi penting karena melalui proses itulah tujuan pendidikan dapat dicapai yang ditandai dengan perubahan perilaku siswa. Di antaranya adalah guru harus memiliki keperibadian yang mantap dan stabil, dewasa, arif, berwibawa, dan berakhlak mulia sehingga dapat menjadi teladan. Berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Keteladanan pribadi guru sangat diperlukan karena keperibadian guru mempunyai pengaruh langsung dan kumulatif terhadap perilaku siswa. Perilaku yang terpengaruh itu antara lain: kebiasaan belajar, disiplin, hasrat belajar, dan motivasi belajar. Yang dimaksud dengan keperibadian di sini meliputi pengetahuan, keterampilan, sikap. Keperibadian yang ditampilkan guru dalam prose belajar mengajar akan selalu dilihat, diamati, dan dinilai oleh siswa sehingga timbul dalam diri siswa persepsi tertentu tentang keperibadian guru. Sifat atau karakteristik diartikan sebagai ciri-ciri, sedangkan keperibadian berarti sifat hakiki individu yang tercermin pada sikap dan perbuatannya yang membedakan dirinya dari yang lainnya. Selanjutnya dari tinjauan psikologi, mengemukakan bahwa keperibadian pada prinsipnya adalah susunan atau kesatuan antara aspek perilaku mental (pikiran, perasaan, dan sebagainya) dengan aspek perilaku behavioral (perbuatan nyata). Pendapat Pendapat lain dijelaskan bahwa motif adalah daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam diri dan didalam subjek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapai suatu tujuan. Motif juga dapat diartikan sebagai suatu kondisi intem (kesiapsiagaan). Sedangkan motivasi diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif. Motivasi dapat juga dikatakan sebagai serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu. Berdasarkan uraian sebelumnya, maka disimpuilkan sebagai berikut: 1) Nilai sifat keperibadian guru MTs. Negeri 2 Dompu Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu adalah 84,86%.; 2) Nilai motivasi belajar siswa di MTs. Negeri 2 Dompu Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu adalah 83,86%. Ada hubungan yang signifikan antara sifat keperibadian guru dalam proses belajar mengajar dengan motivasi belajar siswa MTs. Negeri 2 Dompu Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu Tahun Pelajaran 2020-2021. Koefisien korelasi antara 2 variabel adalah sebesar 0.49 atau r xy=0.49. Hal ini menunjukkan tingkat hubungan sedang. Dari perhitungan koefisien determinasi diperoleh kontribusi 24,01%. Ini berarti bahwa motivasi belajar siswa MTs. Negeri 2 Dompu Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu Tahun Pelajaran 2020-2021 dipengaruhi sifat keperibadian guru sebesar 24,01% sedangkan 75,99% dipengaruhi faktor lain</p> fitriani fitriani ##submission.copyrightStatement## 2021-07-11 2021-07-11 10 1 7 20 GERAKAN MUHAMMADIYAH DAN IMPLEMENTASINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA http://www.stkip-al-amin-dompu.ac.id/ojs/index.php/nuansa/article/view/90 <p>Gerakan Muhammadiyah adalaha gerakan Islam, dakwah amar ma’ruf nahi mungkar dan tajdid, bersumber pada al-Qur’an dan as-Sunnah. Implementasi Pendidikan Islam adalah pelaksanakan pendidikan islam yang diterapkan muhammadiyah dalam mencerdaskan anak bangsa. Pendidikan Islam adalah mempersiapkan masyarakat melalui pemahaman yang diajarkan secara sisteamatis yang mudah dipahami oleh masyarakat agar masyarakat mampu mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian, kecerdasan, akhlaq mulia serta keterampilan yang diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pergerakan uhammadiyyah di Indonesia serta implementasi pergerakan Muhammadiyyah pada pendidikan Islam di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (<em>field research</em>), yang berjenis penelitian kualitatif yang dilakukan untuk memahami fenomena sosial dari pandangan sosial pelakunya, penelitian yang prosedurnya menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata yang tertulis atau lisan dari orang-orang dan pelaku yang diamati. Muhammadiyah sebagai sebuah persyarikatan telah merumuskan visi dan misi yang sudah jelas, sehingga dapat melahirkan gerakkan yang terarah dan mencapai tujuan serta sasaran yang diinginkan secara bersama. Sebagai sebuah gerakan, dalam perjalanannya Muhammadiyah melaksanakan usaha dan kegiatannya dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat di Indonesia.&nbsp;Usaha dan kegiatan Muhammadiyah dapat dikelompokkan ke dalam empat bidang, yakni:&nbsp; <em>pertama, </em>bidang Keagamaan, yang meliputi memberikan tuntunan dan pedoman dalam bidang aqidah, ibadah, akhlak dan mu’amalah berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah, mendirikan masjid dan mushalla sebagai tempat sarana ibadah, mencetak kader ulama (fuqaha), menelaah berbagai kajian keislaman dan perkembangan umat Islam, memberi fatwa dan tuntunan dalam bidang Keagamaan dan melakukan dakwah. <em>Kedua, </em>bidang pendidikan, yang meliputi pendidikan yang beroerientasi kepada perpaduan antara sistem pendidikan umum dan sistem pesantren. <em>Ketiga, </em>bidang social kemasyarakatan, yang meliputi kegiatan dalam bentuk amal usaha rumah sakit, rumah bersalin, poliklinik, balai pengobatan, apotik, panti asuhan anak yatim, <em>Keempat, </em>bidang partisipasi politik, di mana Muhammadiyah bukan partai dan underbouw partai politik, akan tetapi sebagai partisipasi politik Muhammadiyah dalam bentuk beramar ma’ruf nahi mungkar dan memberikan panduan etika, moral dan akhlakul karimah terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah dan masyarakat</p> Nurul Fauziah ##submission.copyrightStatement## 2021-07-11 2021-07-11 10 1 21 27 KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGGUNAKAN METODE TANYAJAWAB SISWA http://www.stkip-al-amin-dompu.ac.id/ojs/index.php/nuansa/article/view/91 <p>Pendidikan pada dasarnya merupakan interaksi antara pendidik dengan peserta untuk mencapai tujuan pendidikan yang berlangsung dalam lingkungan tertentu, interaksi ini disebut dengan intraksi pendidikan. Sedangkan pendidikan itu berfungsi membantu peserta didik dalam pengembangan dirinya, yaitu pengembangan semua potensi, kecakapan, serta karakteristik pribadinya kearah yang positif baik bagi dirinya maupun lingkungannya. Dalam dunia pendidikan potensi dapat diartikan sebagai modal dasar sesuatu yang siap berkembang dan dikembangkan. Potensi itu akan dapat berkembang apabila dikembangkan oleh seorang pendidik. Seandainya manusia tidak memiliki potensi, maka secara otomatis tidak diperlukan adanya pendidik, karena potensi itu merupakan modal dasar sebagai pendidik dalam mengembangkan potensi peserta didik itu sendiri. Dalam melaksanakan Pendidikan Agama Islam, kompetensi dan tugas pendidik sangat penting, karena dia yang bertanggung jawab dan menentukan arah pendidikan tersebut, seorang pendidik harus memiliki nilai lebih (nilai plus) dibandingkan peserta didik. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di SMP Negeri 1 Labuapi Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat ditemukan bahwa dalam meningkatkan prestasi belajar siswa tidak hanya terbatas pada keadaan sarana dan prasarna tetapi juga kompetensi atau daya saing yang dimiliki oleh guru. Khususnya Guru Pendidikan Agama Islam. Atas dasar pemikiran tersebut maka peneliti merumuskan masalah yaitu bagaimana kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Labuapi Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat dan bagaimana Penerapan kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di SMP Negeri 1 Labuapi Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Pelajaran 2020-2021. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi yang dimiliki oleh guru Pendidikan Agama Islam dan untuk mengetahui penerapan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Labuapi Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Pelajaran 2020-2021. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitiatif. Artinya bahwa data yang dihasilkan bersifat deskriftif, dimana peneliti tidak hanya mengumpulkan dan menyusun data,tetapi menganalisis dan menginterpretasiknnya. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriftif induktif, yaitu analisis dengan mnguraikan peristiwa-peristiwa atau data-data yang bersifat khusus untuk kemudian menyimpulkan menjadi satu kesimpulan yang umum. &nbsp;Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, diperoleh data sebagai berikut, yaitu hasil belajar siswa bidang studi qur’an hadist nilai rata-ratanya adalah 71.63, hasil belajar siswa bidang studi aqidah akhlak nilai rata-ratanya adalah 71.10, kemudian hasil belajar siswa bidang studi fiqih nilai rata-ratanya adalah 75.33, dan nilai hasil belajar bahasa arab dengan rata-rata sebesar 70.78. dengan melihat hasil tersebut dapat kita mengatakan bahwa kompetensi yang dimiliki oleh guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Labuapi Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat sudah cukup memadai untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, karena hasil yang diperoleh sudah memenuhi standar ketuntasan minimal.</p> Mastur Mastur ##submission.copyrightStatement## 2021-07-11 2021-07-11 10 1 28 45 PERAN GURU DALAM MENANAMKAN PENDIDIKAN BERBASIS TAUHID PADA SISWA http://www.stkip-al-amin-dompu.ac.id/ojs/index.php/nuansa/article/view/92 <p>Tujuan penulisan ini adalah untuk menggali dan mendeskripsikan tentang peran guru dalam menanamkan pendidikan yang berbasis tauhid pada siswa. Agar para pendidik dapat memberikan suntikan positif tentang pendidikan khususnya memberikan latihan dan pembelajaran dalam ilmu ketauhidan pada siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pustaka <em>(library research),</em>dengan mengumpul data merujuk pada buku, Al-Quran, jurnal ilmiah, dan beserta penelitian terdahulu yang dianggap relevan sebagai sumber data dalam penelitian. Penelitian ini berusaha mendeskripsikan peran guru dalam menanamkan pendidikan tauhid pada siswa. Adapun hasil dari penelitian, menanamkan pendidikan tauhid terhadap anak sangatlah penting yang harus menjadi sumber perhatian utama bagi guru dan beserta orang tua yang mendukung perkembangan konsep pemahaman dalam memahami ilmu ketuhanan dalam mengesakan Allah, dalam mengajarkan pendidikan yang berbasis tauhid kepada anak harus disertai dengan latihan secara berkesinambungan agar anak terbiasa dalam melaksanakan ibadahnya kepada tuhan yang maha esa, sebagai sumber dasar untuk meminta segala sesuatu</p> Khaerul Khaerul ##submission.copyrightStatement## 2021-07-11 2021-07-11 10 1 46 52 PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM TUMBUH KEMBANGKAN KEBANGSAAN http://www.stkip-al-amin-dompu.ac.id/ojs/index.php/nuansa/article/view/94 <p>Pendidikan multikultural merupakan pendidikan yang berkaitan dengan berbagai keanekaragaman budaya. Pendidikan multikultural merupakan pendekatan pengajaran dan pembelajaran yang didasarkan pada nilai-nilai demokratis yang mendorong berkembangnya pluralisme budaya. Pendidikan multikultural merupakan sebuah komitmen untuk meraih persamaan pendidikan, mengembangkan kurikulum yang menumbuhkan pemahaman tentang kelompok-kelompok etnik dan memberangus praktek-praktek penindasan.Pendidikan multikultural dapat dirumuskan sebagai wujud kesadaran tentang keanekaragaman kultural, hak-hak asasi manusia serta pengurangan atau penghapusan jenis prasangka atau <em>prejudice </em>untuk suatu kehidupan masyarakat yang adil dan maju. Pendidikan multikultural juga dapat dijadikan instrument strategis untuk mengembangkan kesadaran atas kebanggaan seseorang terhadap bangsanya. Melalui pendidikan multikultural, kita dapat memberi kesempatan yang sama kepada seluruh siswa tanpa memandang status sosiol ekonomi, gender; orientasi seksual, ataupun latar belakang etnis, ras, maupun budaya. Untuk mendapatkan hasil penelitian, penelitian ini dilakukan melalui studi literatur atau kepustkaan. Studi pustakan adalah serangkain kegiatan yang dilakukan berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, serta mengolah bahan penelitian. Penelitian kepustakaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk mengkaji dan mengolah data yang berkaitan dengan pendidikan multikultural dalam tumbuh kembangkan kebangsaan.</p> Mujiono Sang Putra Yeni Rahmawati ##submission.copyrightStatement## 2021-07-11 2021-07-11 10 1 53 60 PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS DAN MANDIRI MELALUI MODEL PENDIDIKAN ALA PONDOK PESANTREN http://www.stkip-al-amin-dompu.ac.id/ojs/index.php/nuansa/article/view/95 <p>Tulisan bertujuan mendeskripsikan peran pendidikan yang dilakukan oleh pondok pesantren dalam membentuk karakter religius dan madniri. Artikel ini dibuat dengan menggunakan metode studi pustaka melalaui analisis konten pada berbagai makalah, buku, jurnal-jurnal baik hasil riset maupun konseptual mengenai kepesantrenan. Simpulan yang dapat dipaparkan dalam penelitian ini adalah bahwa model pembentukan karakter religius dan mandiri di Pondok Pesantren dilakukan melalui proses pendidikan secara terus-menerus, saling mengisi antara kegiatan tatap muka teoretik-literer dengan praktik keseharian santri dalam lingkungan kondusif-aplikatif. Bentuk-bentuk karakter-nya antara lain: (1) Karakter religius dalam hubungan manusia dengan tuhan (hablun min Allah) dengan keimanan dan ketaqawaan sebagai nilai utamanya yang dibentuk melalui berbagai ritual ibadah-keagamaan yang wajib (harus) serta yang sunnah (nilai tambah), praktiknya diiringi dengan penguatan nilai religius kemanusiaan (hablun min naas) yang mencakup karakter-karakter; (a) kebersamaan, peduli, dan kasih sayang, (b) kesederhanaan, hormat, dan santun, dan (c) tanggung jawab, jujur, dan ikhlas., dan (2) Karakter kemandirian yang ditanamkan melalui pemberian kesempatan kepada para santri dalam mengorganisasi berbagai kegiatan dan organisasi di pondok pesantren serta kehidupan sehai-hari siswa (santri) serta pola hidup mereka yang berada dalam suasana kekeluargaan, kesederhanaan, dan kegotongroyongan. Adapun, pembentukan karakter religius dan mandiri tersebut dialndaskan pada dua belas (12) prinsip: (1) berbasis pada realitas, (2) Guru/Ustad yang memberikan teladan, (3) Guru bukan Pekerja, (4) metode pembelajaran berbasis kasih sayang, (5) siswa sebagai Subjek, (6) belajar untuk berkarya, (7) menemukan jati diri, (8) membangun kemandirian dan kebersamaan, (9) pendidikan life skill, (10) tidak berhenti berpikir dan berkarya, (11) menciptakan lingkungan yang kondusif dan bersifat asuh, dan (12) olah jiwa dan riyadah</p> Abdul Haris ##submission.copyrightStatement## 2021-07-15 2021-07-15 10 1 61 72 URGENSI POLA PENDIDIKAN PADA MASYARAKAT MODERN http://www.stkip-al-amin-dompu.ac.id/ojs/index.php/nuansa/article/view/97 <p>Tujuan dalam penulisan ini yaitu untuk mendeskripsikan tentang urgennya pola pendidikan pada masyarakat modern. Agar para guru dan orang tua dapat mengetahui metode dan pendekatan yang harus digunakan dalam era modern sehingga para&nbsp; peserta didik dapat mengembangkan dan memanfaatkan teknologi agar mereka dapat mengimbangi dengan perkembangan jaman, atau dengan kata lain menuju masyakarakat modern yang lebih maju dan berkembang untuk masa depan. Metode dalam penelitian ini yaitu menggunakan jenis penelitian kepustakaan dengan cara mengumpulkan data yang bersumber pada buku, jurnal ilmiah, teori, majalah, Koran, yang relevan dengan tema dalam penelitian. Hasil penelitian ini berdasarkan analisis dan kajian terhadap teori menunjukan bahwa pola pendidikan yang dilakukan untuk mewujudkan masyarakat modern yaitu, pertama: pendidikan harus mengembangkan dan menguatkan potensi <em>Critical Thinking</em>, Kedua: <em>Communication </em>adalah keahlian atau kecakapan dalam melakukan komunikasi secara efektif, rasional, menarik dan berdampak pada kebaikan, Ketiga: <em>Collaboration </em>adalah kemampuan berpartisipasi pada kegiatan kegiatan tertentu</p> Fiki Fiki ##submission.copyrightStatement## 2021-08-13 2021-08-13 10 1 73 79 PERAN GURU DALAM MENANAMKAN PENDIDIKAN BERBASIS TAUHID PADA SISWA http://www.stkip-al-amin-dompu.ac.id/ojs/index.php/nuansa/article/view/98 <p>Tujuan penulisan ini adalah untuk menggali dan mendeskripsikan tentang peran guru dalam menanamkan pendidikan yang berbasis tauhid pada siswa. Agar para pendidik dapat memberikan suntikan positif tentang pendidikan khususnya memberikan latihan dan pembelajaran dalam ilmu ketauhidan pada siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pustaka <em>(library research),</em>dengan mengumpul data merujuk pada buku, Al-Quran, jurnal ilmiah, dan beserta penelitian terdahulu yang dianggap relevan sebagai sumber data dalam penelitian. Penelitian ini berusaha mendeskripsikan peran guru dalam menanamkan pendidikan tauhid pada siswa. Adapun hasil dari penelitian, menanamkan pendidikan tauhid terhadap anak sangatlah penting yang harus menjadi sumber perhatian utama bagi guru dan beserta orang tua yang mendukung perkembangan konsep pemahaman dalam memahami ilmu ketuhanan dalam mengesakan Allah, dalam mengajarkan pendidikan yang berbasis tauhid kepada anak harus disertai dengan latihan secara berkesinambungan agar anak terbiasa dalam melaksanakan ibadahnya kepada tuhan yang maha esa, sebagai sumber dasar untuk meminta segala sesuatu.</p> Khaerul Khaerul ##submission.copyrightStatement## 2021-08-13 2021-08-13 10 1 80 87 ANALISIS PEREKRUTAN TENAGA PENDIDIK DI SMP NEGERI 3 BELO http://www.stkip-al-amin-dompu.ac.id/ojs/index.php/nuansa/article/view/83 <p>Peningkatan mutu suatu pendidikan sangat berkaitan erat dengan sumber daya manusia, oleh karena itu proses rekrutmen sumber daya manusia harus dilakukan secara selektif baik mengenai informasi yang akurat, kualifikasi disetiap bidang pekerjaan, dan untuk mengembangkan suatu tujuan pendidikan. dalam menetapkan persyaratan calon pegawai dilingkungan organisasi atau institute pendidikan perlu memperhatikan berbagai aspek seperti: tingkat pendidikan, tingkat kecerdasan, tingkat pereparasi, tingkat pengalaman, tingkat keahlian khusus, tingkat karakteristik personal dan kualitas latar belakang kandidat.</p> <p>Tenaga pendidik dan kependidikan di indonesia masih banyak yang belum termotivasi untuk meningkatkan profesionalitas&nbsp; dan berdedikasi dalam melaksanakan tugasnya. Rendahnya kualitas tenaga kependidikan, merupakan masalaah pokok yang dihadapi pendidikan di Indonesia. Penelitian ini difokuskan kepada Perekrutan Tenaga Pendidik di SMP Negeri 3 Belo. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: (1). Wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, wakil kepala sekolah dan komite kepala sekolah; (2) observasi untuk mendapatkan gambaran umum tentang rekrutmen yang dilakukan oleh kepala sekolah terhadap tenaga pendidik dan kependidikanya; (3) dokumentasi dipilih berdasarkan teknik purposive sampling, data yang terkumpul dianalisis melalui tahap reduksi data, display dan penarikan kesimpulan, dan untuk mengecek kebenaran data dianalisis dengan menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Pelaksanaan rekrutment guru di SMPN 3 Belo berdasarkan hasil penelitian masih kurang optimal karena diperoleh hasil porsentasi 20% pada rentang 36-65% ; (2) Masih adanya sistem kekeluargaan dan kedekatan dengan kepala sekolah dan merekomendasikan kepada waka kurikulum untuk bisa diterima sebagai staf mengajar.</p> Sri Haryanti ##submission.copyrightStatement## 2021-08-13 2021-08-13 10 1 88 96 PROBLEMATIKA MENDINAMISASI PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN: KASUS DI MI AL-MUALLAFAH NANGA TUMPU MANGGELEWA DOMPU http://www.stkip-al-amin-dompu.ac.id/ojs/index.php/nuansa/article/view/99 <p>Di Saat ini manajemen pendidikan di sekolah/madrasah masih minim proses implementasinya dilapangan, sehingga pada saat ini perkembangan zaman selalu memunculkan persoalan-persoalan atau problem baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya, pada lembaga pendidikan yang ada di MI Al-Muallafah Desa Nanga Tumpu Kecamatana Manggelewa Kabupaten&nbsp; Dompu, mengalami masalah pada peningkatan mutu pendidikan di madrasah, karena pihak madrasah belum mampu mendinamisasi partisipasi&nbsp; masyakarat &nbsp;yang ada di lingkungan Pondok Pesantren dan MI Al-Muallafah agar&nbsp; ada&nbsp; rasa&nbsp; kepedulian&nbsp; dalam&nbsp; mengembangkan&nbsp; dan&nbsp; memajukan madrasah.&nbsp; Padahal&nbsp; dengan&nbsp; adanya&nbsp; konsep dan teori manajemen dalam peran serta masyarakat&nbsp; diharapkan&nbsp; kualitas,&nbsp; akuntabilitas, relevansi&nbsp; program-program&nbsp; pada dunia pendidikan&nbsp; yang&nbsp; didesain&nbsp; dan&nbsp; diselenggarakan&nbsp; oleh&nbsp; madrasah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sekolah Islam/Madrasah&nbsp; sangat&nbsp; dekat&nbsp; dengan&nbsp; budaya&nbsp; pesantren, mengutamakan <em>modelling</em> atau <em>uswatun hasanah</em> contoh yang baik yang selayaknya diikuti oleh komunitasnya,&nbsp; menekankan&nbsp; pentingnya&nbsp; budaya&nbsp; <em>cultural&nbsp; resistence</em>&nbsp; sehingga&nbsp; melahirkan&nbsp; sikap mandiri&nbsp; tanpa&nbsp; tergantung&nbsp; dengan&nbsp; institusi&nbsp; lain&nbsp; dan&nbsp; mempunyai&nbsp; budaya&nbsp; keilmuan&nbsp; yang&nbsp; tinggi dibuktikan&nbsp; dengan&nbsp; jumlah&nbsp; mata&nbsp; pelajaran&nbsp; yang&nbsp; harus&nbsp; dikuasai&nbsp; murid&nbsp; dalam&nbsp; jumlah&nbsp; banyak. Keunikan tersebut tumbuh dan berkembang sejalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di mana&nbsp; madrasah&nbsp; tersebut&nbsp; berada.&nbsp; Karena&nbsp; pada&nbsp; umumnya&nbsp; madrasah&nbsp; lahir&nbsp; dan berkembang karena kebutuhan masyarakat pembentuknya. Secara&nbsp; filosofis&nbsp; lahirnya&nbsp; konsep&nbsp; <em>community&nbsp; based&nbsp; education</em>&nbsp; (CBE),&nbsp; menuntut&nbsp; struktur manajemen&nbsp; pendidikan&nbsp; yang&nbsp; harus&nbsp; disesuaikan&nbsp; dengan&nbsp; keikutsertaan&nbsp; masyarakat&nbsp; secara&nbsp; aktif. Model penerapan manajemen pendidikan berbasis masyarakat di Yayasan Pendidikan dan Pondok Pesantren Al-Muallafan Manggelewa ini, memberikan kontribusi kepada masyarakat, untuk lebih efektif ikut serta dalam merumuskan manajemen yang ada di madrasah dan pesantrenya, sehingga bias mewujudkan madrasah yang unggul dan transparan.</p> muhasir muhasir Supriaman Supriaman ##submission.copyrightStatement## 2021-08-20 2021-08-20 10 1 97 108