PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS DAN MANDIRI MELALUI MODEL PENDIDIKAN ALA PONDOK PESANTREN

  • Abdul Haris

Abstract

Tulisan bertujuan mendeskripsikan peran pendidikan yang dilakukan oleh pondok pesantren dalam membentuk karakter religius dan madniri. Artikel ini dibuat dengan menggunakan metode studi pustaka melalaui analisis konten pada berbagai makalah, buku, jurnal-jurnal baik hasil riset maupun konseptual mengenai kepesantrenan. Simpulan yang dapat dipaparkan dalam penelitian ini adalah bahwa model pembentukan karakter religius dan mandiri di Pondok Pesantren dilakukan melalui proses pendidikan secara terus-menerus, saling mengisi antara kegiatan tatap muka teoretik-literer dengan praktik keseharian santri dalam lingkungan kondusif-aplikatif. Bentuk-bentuk karakter-nya antara lain: (1) Karakter religius dalam hubungan manusia dengan tuhan (hablun min Allah) dengan keimanan dan ketaqawaan sebagai nilai utamanya yang dibentuk melalui berbagai ritual ibadah-keagamaan yang wajib (harus) serta yang sunnah (nilai tambah), praktiknya diiringi dengan penguatan nilai religius kemanusiaan (hablun min naas) yang mencakup karakter-karakter; (a) kebersamaan, peduli, dan kasih sayang, (b) kesederhanaan, hormat, dan santun, dan (c) tanggung jawab, jujur, dan ikhlas., dan (2) Karakter kemandirian yang ditanamkan melalui pemberian kesempatan kepada para santri dalam mengorganisasi berbagai kegiatan dan organisasi di pondok pesantren serta kehidupan sehai-hari siswa (santri) serta pola hidup mereka yang berada dalam suasana kekeluargaan, kesederhanaan, dan kegotongroyongan. Adapun, pembentukan karakter religius dan mandiri tersebut dialndaskan pada dua belas (12) prinsip: (1) berbasis pada realitas, (2) Guru/Ustad yang memberikan teladan, (3) Guru bukan Pekerja, (4) metode pembelajaran berbasis kasih sayang, (5) siswa sebagai Subjek, (6) belajar untuk berkarya, (7) menemukan jati diri, (8) membangun kemandirian dan kebersamaan, (9) pendidikan life skill, (10) tidak berhenti berpikir dan berkarya, (11) menciptakan lingkungan yang kondusif dan bersifat asuh, dan (12) olah jiwa dan riyadah

References

Dhofier, Zamakhsyari. 1994. Tradisi Pesantren: Studi Tentang Pandangan Hidup Kyai, LP3ES, Jakarta

Faturrohman. 2012. Kategorisasi Nilai Religius.https://muhfathurrohman.wordpress.com/2012/11/12/kategorisasi-nilai-religius/. Diakses pada tanggal 25 November 2015.

Haedari, Amin. 2004. Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas dan Tantangan Kompleksitas Global. Jakarta: IRD PRESS.

Halim, A. dkk. (ed.). 2005. Manajemen Pesantren. Yogyakarta: Pustaka Pesantren PT LKIS Pelangi Aksara.

Kusumawardhani, A dan Hartati dkk. 2011. Hubungan Kemandirian Dengan Adversity Intelligence Pada Remaja Tuna Daksa Di Slb-D YPAC Surakarta. (Online). http:www/imamsetyawan.psiundip@gmail.com. Diakses pada tanggal 14 November 2015.

Kementrian Pendidikan Nasional. 2010. Desain Induk Pendidikan Karakter. Jakarta: kementrian Pendidikan Nasional, 2010.

Lickona, Thomas. 1992. Educating for Character: How our School Can Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.

Madjid, Nurcholish. 1997. Bilik-Bilik Pesantren Sebuah Potret Perjalanan. Jakarta: Paramadina.

Majid, Abdul & Andayani, Dian. 2011. Pendidikan Karakter Persektif Islam. Bandung: Remaja Rosda Karya

Masyhud, Muhammad sulton, dan Khusnurdilo, Muhammad. 2003. Menejemen Pondok Pesantren. Jakarta: Diva Pustaka

Nasution, S, 2005. Asas Asas Kurikulum. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Shihab, M. Quraish. 2011. Membumikan AlQur’an. Jakarta: Lentera Hati.

Sjarkawi. 2006. Pembentukan Kepribadian Anak, Peran Moral, Intelektual, Emosional, dan Sosial Sebagai Wujud Integritas Membangun Jati diri. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Published
2021-07-15
How to Cite
Haris, A. (2021). PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS DAN MANDIRI MELALUI MODEL PENDIDIKAN ALA PONDOK PESANTREN. NUANSA, 10(1), 61-72. Retrieved from http://www.stkip-al-amin-dompu.ac.id/ojs/index.php/nuansa/article/view/95