PENGARUH SIFAT (KEPERIBADIAN GURU) DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA MTs. NEGERI 2 DOMPU DESA RANGGO KECAMATAN PAJO KABUPATEN DOMPU TAHUN PELAJARAN

  • fitriani fitriani
Keywords: Keperibadian Guru, Motivasi Belajar

Abstract

Kompetensi keperibadian mengandung pengertian bahwa guru harus memiliki keperibadian yang dapat dijadikan contoh bagi siswa. Interaksi antara guru dan siswa dalam Proses Belajar Mengajar merupakan aktivitas yang penting. Aktifitas ini menjadi penting karena melalui proses itulah tujuan pendidikan dapat dicapai yang ditandai dengan perubahan perilaku siswa. Di antaranya adalah guru harus memiliki keperibadian yang mantap dan stabil, dewasa, arif, berwibawa, dan berakhlak mulia sehingga dapat menjadi teladan. Berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Keteladanan pribadi guru sangat diperlukan karena keperibadian guru mempunyai pengaruh langsung dan kumulatif terhadap perilaku siswa. Perilaku yang terpengaruh itu antara lain: kebiasaan belajar, disiplin, hasrat belajar, dan motivasi belajar. Yang dimaksud dengan keperibadian di sini meliputi pengetahuan, keterampilan, sikap. Keperibadian yang ditampilkan guru dalam prose belajar mengajar akan selalu dilihat, diamati, dan dinilai oleh siswa sehingga timbul dalam diri siswa persepsi tertentu tentang keperibadian guru. Sifat atau karakteristik diartikan sebagai ciri-ciri, sedangkan keperibadian berarti sifat hakiki individu yang tercermin pada sikap dan perbuatannya yang membedakan dirinya dari yang lainnya. Selanjutnya dari tinjauan psikologi, mengemukakan bahwa keperibadian pada prinsipnya adalah susunan atau kesatuan antara aspek perilaku mental (pikiran, perasaan, dan sebagainya) dengan aspek perilaku behavioral (perbuatan nyata). Pendapat Pendapat lain dijelaskan bahwa motif adalah daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam diri dan didalam subjek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapai suatu tujuan. Motif juga dapat diartikan sebagai suatu kondisi intem (kesiapsiagaan). Sedangkan motivasi diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif. Motivasi dapat juga dikatakan sebagai serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu. Berdasarkan uraian sebelumnya, maka disimpuilkan sebagai berikut: 1) Nilai sifat keperibadian guru MTs. Negeri 2 Dompu Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu adalah 84,86%.; 2) Nilai motivasi belajar siswa di MTs. Negeri 2 Dompu Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu adalah 83,86%. Ada hubungan yang signifikan antara sifat keperibadian guru dalam proses belajar mengajar dengan motivasi belajar siswa MTs. Negeri 2 Dompu Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu Tahun Pelajaran 2020-2021. Koefisien korelasi antara 2 variabel adalah sebesar 0.49 atau r xy=0.49. Hal ini menunjukkan tingkat hubungan sedang. Dari perhitungan koefisien determinasi diperoleh kontribusi 24,01%. Ini berarti bahwa motivasi belajar siswa MTs. Negeri 2 Dompu Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu Tahun Pelajaran 2020-2021 dipengaruhi sifat keperibadian guru sebesar 24,01% sedangkan 75,99% dipengaruhi faktor lain

References

Dahlia Hindun, 1999. Kontribusi Persepsi Siswa tentang Perilaku guru dalam PBM, Skripsi IKIP Bandung: Tidak Diterbitkan
Daradjat, Zakiah, 2001, Keperibadian Guru, Jakarta: Bulan Bintang
Hamalik, Omar, 2000, Psikologi Belajar dan Mengajar, Bandung: Sinar Baru
-------------------, 2008, Proses Belajar Mengajar, Jakarta: Bumi Aksara.
Makmun, Abin Syamsuddin, 1996, Psikologi Pendidikan, Bandung: Rosda Karya
Mudjiono dan Dimyati, 1994, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: Depdikbud
Mulyasa, E., 2005, Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan menyenangkan, Bandung: Rosda.
Nasution, S, 1994, Sosiologi Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara
Prayitno Elida, 1999, Motivasi dalam Belajar, Jakarta; Depdikbud
Riduwan, 2003, Dasar- Dasar Statistika, Bandung: Alfabeta.
Riduwan, 2004, Dasar-Dasar Penelitian dan Statistika untuk Guru, Bandung: Alfabeta
Riduwan, 2005, Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru,Karyawan,dan Peneliti Pemula, Bandung: Alfabeta.
Riyanto, Yatim, 2001, Metodologi Penelitian. Surabaya: Penerbit Surabaya Intellectual Club (SIC).
Samani, M., dkk, 2006, Mengenal Sertifikasi Guru di Indonesia, Surabaya: SIC
Sanjaya, Wina, 2009, Kurikulum dan Pembelajaran : Teori dan Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Jakarta Kencana.
Shoimin, Aris, 2014, Guru Berkarakter Untuk Implementasi Pendidikan Karakter, Yogyakarta: Gava Media.
Sudjana, N, 1992, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru
Sugiyono, 2005, Metode Penelitian Administrasi, Bandung: Alfabeta.
Suharsini, Arikunto., 1998. Prosedur penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rinneka Cipta
Surachmad, Winarno, 1994, Pengantar Penelitian Ilmiah, Bandung: Tarsito
Syah, Muhibbin, 1996, Psikologi Pendidikan, Bandung: Rosda Karya
Syaodih, Nana, 1990, Sikap Siswa Aktif dan Motivasi Belajar, Bandung: Tarsito
Usman, Uzer Moch., 1991, Menjadi Guru Profesional, Bandung: Rosda Karya
UU RI No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Bandung: Fermana.
UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS, Bandung: Fermana.
Published
2021-07-11
How to Cite
fitriani, fitriani. (2021). PENGARUH SIFAT (KEPERIBADIAN GURU) DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA MTs. NEGERI 2 DOMPU DESA RANGGO KECAMATAN PAJO KABUPATEN DOMPU TAHUN PELAJARAN. NUANSA, 10(1), 7-20. Retrieved from http://www.stkip-al-amin-dompu.ac.id/ojs/index.php/nuansa/article/view/89