PENGARUH AKTIVITAS MASYARAKAT PESISIR BAGI KEBERLANGSUNGAN TERUMBU KARANG SEBAGAI HABITAT ASLI EKOSISTEM LAUT DI KAWASAN DESA SANDUE KEC. SANGGAR KAB. BIMA

(Studi Al-Qur’an : QS. Ar-Rum ayat 41-42 tentang kerusakan lingkungan)

  • Ardiansyah Ardiansyah
Keywords: Terumbu Karang, Ekosistem Laut, Desa Sandue

Abstract

Krisis ekologi: istilah yang sering digunakan untuk menyebut suatu masalah menyangkut gangguan ekosistem. Masalah lingkungan global saat ini ditandai oleh pencemaran yang terjadi hampir diseluruh dunia. Perubahan tingkat pertumbuhan penduduk seiring dengan perkembangan ekonomi. Jika penduduk bertambah maka eksplorasi sumber daya meningkat. Pada akhir abad ke 20, penduduk bumi sudah bertambah lebih dari tiga kali lipat, dan gross world product menjadi sekitar 20 kali.Konsumsi minyak bumi menjadi lebih dari 10 kali lipat, dan penggunaan energi lebih dari 15 kali penggunaan awal abad ini. Hal ini berdampak pada lingkungan hidup (ABC environment).

Indonesia memiliki kurang lebih 50.000 km2 ekosistem terumbu karang yang tersebar di seluruh wilayah pesisir dan lautan. Terumbu karang mempunyai fungsi ekologis sebagai penyedia nutrien bagi biota perairan, pelindung fisik, tempat pemijahan, tempat bermain dan asuhan berbagai biota; terumbu karang juga menghasilkan berbagai produk yang mempunyai nilai ekonomi penting seperti berbagai jenis hasil perikanan, batu karang untuk konstruksi. Dari segi estetika, terumbu karang dapat menampilkan pemandangan yang sangat indah. Upaya pemanfaatan sumber daya alam yang lestari dengan melibatkan masyarakat sangat dibutuhkan. Masyarakat Pesisir Desa Sandue terlibat langsung dalam sektor ekonomi seperti pelayanan pada penjualan suvenir, makanan kecil,

Desa Sandue Memiliki Kurang Lebih 100 M2 ekosistem terumbu karang yang tersebar wilayah pesisir dan lautan. Ekosistem dan Terumbu Karang Perairan Laut Desa Sandue Kec. Sanggar Kab. Bima yang dijumpai cukup parah dengan jenis Karang Acropora branching telah mati akibat patahan sebesar 20%, Coral massive 10% masih terjaga. Jenis karang Acropora di kawasan laut desa sandue yang masih terjaga mencapai ± 50 spesies dari total 94 jenis atau mencapai 70 persen karang Acropora yang ada di Indonesia. Sementara, jenis karang Millepora, ditemukan ± 40 jenis dari total 43 jenis yang ada di desa Sandue atau sekitar 90% tersebar di perairan Indonesia yang masih terjaga. Jenis karang Siderastrea Sidereal dengan rata – rata kedalaman habitat 7-14 m, jumlah spesies ± 60 spesies yang masih terjaga. Sedangkan jenis karang Montipora sebanyak ± 45 spesies yang masih terjaga, dan jenis karang Famili Fungidae sebanyak ± 41 spesies yang masih terjaga dengan rata-rata kedalaman habitat ± 7-14 m. Jenis-jenis Terumbu Karang Laut di Kawasan Desa Sandue Kecamatan Sanggar yang perlu kita jaga bersama demi keberlangsungan ekosistem laut yang setiap tahunnya terus berkurang tampa kita sadari bersama.

References

Anonim, 1997, Ringkasan Agenda 21 Indonesia (Strategi Nasional untuk Pembangunan Berkelanjutan), Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup, United Nations Development Program.
Catenese, A.J. and Sayder, J.C., 1988, Perencanaan Kota, Wahyudi (Ed.), Edisi ke-II, Erlangga, Jakarta.
Sastrawijaya, A.T., 2000, Pencemaran Lingkungan, Cet. II, Rineka Cipta, Jakarta.
Sipardi, I, 2003, Lingkungan Hidup dan Kelestariannya, Cet. II, Alumni, Jakarta.
Soeriaatmadja, R.E., 1989, Ilmu Lingkungan, Edisi ke-IV, ITB, Bandung.
Suripin, 2002, Pelestarian Sumber Daya tanah dan Air, ANDI, Yogyakarta.
Tandjung, S.D., 1999, Pengantar Ilmu Lingkungan, Laboratorium Ekologi, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Wartasaputra, S., 1990, Prioritas Pelestarian Hidupan Liar, dalam Majalah Hidupan Liar Indonesia, Vol. I No. 1, Masyarakat Pelestarian Hidup Liar Indonesia.
Soerjani, Mohamad, dkk. 2007. Lingkungan Hidup (The Living Environment) Pendidikan, Pengelolaan Lingkungan dan Kelangsungan Pembangunan (Education, Envorinmental management and Sustainable Development) Edisi Kedua. Jakarta : Yayasan Institut Pendididikan dan Pengembangan Lingkungan (IPPL).
Salmani, ST, MS, MT. 2011. Diktat Ilmu Lingkungan. Banjarmasin: Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Banjarmasin.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Cetakan Ke-20. Bandung: Penerbit Alfabeta
Mandira, 2005 Magister Manajemen Sumberdaya Pantai, 2001, Buku Pedoman Penyusunan Tesis, Pascasarjana, UNDIP, Semarang.
Purwanto, 2003, Pengelolaan Sumberdaya Perikanan, Direktorat Jendral Perikanan Tangkap, Departemen Kelautan dan Perikanan, Jakarta.
Romimohtarto, K., dan Juwana S., 2001, Biologi Laut; Ilmu Pengetahuan Tentang Biota Laut, Pn. Djambatan, Jakarta.
Supriharyono, 2000, Pengelolaan Ekosistem Terumbu Karang, Pn. Djambatan, ‘/,l;Jakarta.
Wahyono, A., 2001, Pemberdayaan Masyarakat Nelayan, Media Pressindo, Yogjakarta.
Undang-Undang Negara RI Nomor 32 tentang Perikanan dan Kelautan, Tahun 2004
Kotan, J., et.al., 2003, Revitalisasi dan Refungsionalisasi Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Terumbu Karang dan Mangrove di Nusa Tenggara Timur, Kerjasama Bappeda dengan Universitas Nusa Cendana.
Ikawati, Y., et.al., 2000, Terumbu Karang di Indonesia, Pn. Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bekerjasama dengan Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Jakarta.
Clark, J., 2003. Coastal Ecosystems Ecological Considerations for Management of the Coastal
Zone, Department the Conservation Foundation 1717 Masschu setts Avenue, N. W. Washington, D.C.
Dahuri, R., 1996, Ekosistem Pesisir, Makalah/Materi Kuliah, IPB, Bogor ----------., 1999, Pendayagunaan Sumberdaya Kelautan Untuk Kesejahteraan Rakyat, LiSPI berkerjasama dengan Ditjen Pesisir dan Pulau-pulau Kecil DKP, Jakarta.
-------,. Et. al., 2001, Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu, Pn. Pradnya Paramita, Jakarta.
-------., 2000, Pengembangan dan Pembinaan Masyarakat Pesisir, LISPI, Jakarta.
-------., 2001, Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Terumbu Karang di Indonesia, LIPSI, Jakarta.
-------., 2001, Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu, PT. Pradnya Paramita, Jakarta.
---------.,2003, Keanekaragaman Hayati Laut, Aset Pembangunan Berkelanjutan Indonesia, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Published
2016-02-29
How to Cite
Ardiansyah, A. (2016). PENGARUH AKTIVITAS MASYARAKAT PESISIR BAGI KEBERLANGSUNGAN TERUMBU KARANG SEBAGAI HABITAT ASLI EKOSISTEM LAUT DI KAWASAN DESA SANDUE KEC. SANGGAR KAB. BIMA. NUANSA, 4(2), 27-56. Retrieved from http://www.stkip-al-amin-dompu.ac.id/ojs/index.php/nuansa/article/view/8