PENGARUH KONDISI SOSIAL BUDAYA TERHADAP PENDIDIKAN DAN PERANAN PENDIDIKAN DALAM PEMBANGUNAN KEBUDAYAAN NASIONAL

  • Abdul Kadir

Abstract

pada budaya nasional, berdiri di atas puncak-puncak kebudayaan daerah.
Seiring dengan proses desentralisasi pendidikan yang dalam melibatkan
peran serta masyarakat mengisyaratkan pengakuan terhadap manusia
Indonesia dan masyarakat setempat (konsep otonomi daerah). Ini berarti
Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional ditinjau dari persepektif
filosofis harus beranjak dari suatu paradigma baru pendidikan menuju pada
pengakuan terhadap aspirasi masyarakat dan individu. Demikian,
kebutuhan pembelajaran individu berada dalam perbedaan realitas sosiohistoris,
sosio-ekonomis, suku-bangsa, sosio-psikologis. Artinya akan
dihadirkan populasi sasaran beragam dalam konteks sistem pendidikan dan
persekolahan. Kontemplasi apik antara pendidikan dan kebudayaan akan
membentuk pribadi-pribadi yang memiliki karakter yang memang
merupakan fitrah dasar manusia. Disamping faktor-faktor lainnya seperti
akhlak, moral dan watak, karakter menentukan prilaku individu untuk
berbuat berdasarkan norma-norma yang telah disepakati. Pembentukan
karakter tersebut sangat kuat dipengaruhi oleh asupan kondisi lingkungan
sosial dan lingkungan budaya bangsa, dan tentu saja nilai luhur budaya
bangsa dan lingkungan masyarakat yang terpelihara yang diwarnai oleh jati
diri bangsa yang kokoh. Bahwa kondisi sosial budaya yang terjadi saat ini
turut menentukan arah pendidikan yang dilakukan. Namun, demikian
lembaga pendidikan diharapkan tidak hanyut dalam arus perubahan yang
kadang sangat bertentangan dengan nilai-nilai kebajikan. Budaya yang kuat
adalah budaya yang mampu mempertahankan entitasnya dan tidak parsial
sehingga akan terus dijadikan pegangan bagi masyarakat penganutnya dan
bahkan dapat dijadikan sandaran bagi tumbuhnya potensi-potensi baru
demi menjaga tetap terpatrinya budaya itu. Pendidikan merupakan salah
satu wadah yang dapat secara maksimal digunakan sebagai ajang
penggemblengan karakter dan nilai-nilai kesejatian. Sebagai ajang
pembudayaan. Pendidikan menjadi instrumen kekuatan sosial masyarakat
untuk mengembangkan suatu sistem pembinaan yang relevan dengan
tuntutan perubahan zaman. Untuk itu, pendidikan hendaknya mampu
melakukan fungsinya, melakukan tugas-tugas kelembagaan sesuai dengan
hukum perkembangan masyarakat. Dalam hal ini, pendidikan hendaknya

memperhatikan benar modal kutlural dan modal sosial di samping modalmodal
dasar lainnya. Pendidikan sejatinya harus berperan maksimal dalam
mengembangkan kebudayaan nasional. Untuk itu diperlukan transformasi
pedagogik yang direncanakan, dilaksanakan dan dikontrol dengan baik.
Hal-hal yang dapat dilakukan misalnya mengembangkan civic intelligent
yang termasuk di dalamnya pendidikan multikultural dan pendidikan
karakter pada lembaga pendidikan yang menerapkan community based
education. Dalam konsep ini diharapkan akan diperoleh masyarakat madani
(civic society) yang memahami dengan baik hak-haknya dengan
menunaikan kewajiban-kewajibannya demi kemaslahatan bangsa dan
negara.

Published
2012-08-31
How to Cite
Kadir, A. (2012). PENGARUH KONDISI SOSIAL BUDAYA TERHADAP PENDIDIKAN DAN PERANAN PENDIDIKAN DALAM PEMBANGUNAN KEBUDAYAAN NASIONAL. NUANSA, 1(1), 25-48. Retrieved from http://www.stkip-al-amin-dompu.ac.id/ojs/index.php/nuansa/article/view/6